Peluang Usaha Ternak Ayam Kampung Penghasil Telur Tetas


bisnis usaha ayam kampungPeluang Usaha Ayam kampung penghasil telur tetas di pengaruhi oleh tingginya permintaan DOC ( Day Old Chick ) , dan kurangnya penyedia telur ayam kampung untuk ditetaskan . Oleh sebabitu harga DOC ayam kampung relatif stabil . Melirik kembali usaha pemeliharaan induk ayam kampung sebagai penghasil telur tetas menurut kami tidak ada salahnya dan belum terlambat. Usaha ini mengingatkan kami sewaktu duduk di kelas 1 SLTP di mana kami sudah memulai untuk melakukan pemeliharaan indukan ayam kampung (kampung asli dan bangkok) dan hasilnya sungguh luar biasa untuk seorang anak yang baru berumur 13 tahunan.

Tak salah kalau ada pepatah di dunia peternakan 7 butir telur sama dengan 1 ekor ayam, 7 ekor ayam sama dengan 1 ekor kambing, 7 ekor kambing = 1 ekor sapi dan 7 ekor sapi bisa naik haji. Slogan yang sederhana akan tetapi kalau kita mau merenungkannya akan dapat memberi motivasi kepada kita akan usaha ternak ini.

Hal yang sama juga diakui oleh para pengepul telur tetas, di mana mereka masih sulit untuk menambah jumlah barang dagangan mereka disebabkan tidak ada nya penambahan jumlah produksi dan malah cenderung turun dari waktu ke waktu. Hal ini tidak lain dikarenakan tidak adanya manajemen pemeliharaan dari para peternak di mana mereka kurang memikirkan ternak pengganti (replacement stock) sehingga kadang jumlah ayam kampung pada suatu saat akan mengalami penurunan karena terjadi penurunan jumlah populasi dikarenakan pemotongan di saat-saat tertentu seperti hari raya iedul fitri, tahun baru masehi, imlek, maulud nabi dan lainnya.

Pengadaan Bibit
Jenis ayam kampung yang bisa diusahakan sebagai penghasil telur adalah ayam kampung asli (ayam sayur, ayam buras, ayam berkeliaran dan sebutan lainnya), ayam nunukan, ayam kedu putih, ayam kedu hitam, ayam pelung dan jenis lainnya. Dari jenis tersebut produksi telur tertinggi (per tahun) secara berurutan adalah ayam kedu hitam, kedu putih, dan nunukan, pelung dan sayur.

Untuk memulai usaha ini bisa dimulai dengan membeli DOC dan melakukan seleksi sampai dengan ayam mulai bertelur, bisa juga dengan membeli ayam dara (sekitar umur 20 minggu), dan bisa juga membeli ayam yang sudah berproduksi (sekitar 7 bulan). Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan karenanya sebelum memulai usaha disarankan untuk menimbang-nimbang dan memperbanyak informasi sebelum memutuskan pilihan usaha.

Pemberian Pakan
Pakan untuk ayam kampung tidaklah sesulit kalau kita memelihara ayam broiler, layer, itik/bebek atau juga puyuh. Namun untuk mencapai produksi yang maksimal maka kita juga harus memperhatikan dan menjaga pakan pakan yang diberikan. Pakan untuk ayam kampung yang sudah berproduksi setidaknya mengandung protein 15% dan energi metabolis antara 2.800 – 2.900 kkal/kg. Dengan menggunakan komposisi campuran konsentrat ayam layer dengan dedak halus dengan perbandingan 1:4 sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ayam kampung yang sedang berproduksi. Sangat dianjurkan dalam pemeliharaan induk untuk memberikan hijauan yang dicacah/cincang kecil-kecil seperti tauge/kecambah, kangkung, bayam, selada air dan rumput-rumputan sebagai sumber vitamin dan mineral. Pemberian hijauan yang dianjurkan 0,75-1,5 kg/100 ekor.

Manajemen Pemeliharaan
Pemeliharaan ayam kampung dewasa tidaklah sesulit memelihara ayam yang masih kecil. Mudahnya, cukup kita berikan pakan dan melakukan kontrol penyakit insyaallah ayam kampung sudah mampu berproduksi meskipun tidak menunjukkan produksi optimalnya. Pilihan dalam melakukan pemeliharaan bisa dengan ekstensif, semi intensif dan intensif. Kami tidak menganjurkan anda untuk melakukan pemeliharaan secara ekstensif karena sama artinya kita tidak mengubah cara beternak kita yang itu merupakan cara beternak dari zaman dulu. Maka tidak ada pilihan lain untuk yang benar-benar ingin sukses dalam beternak yaitu memilih sistem pemeliharaan secara semi intensif atau intensif dan semua kembali kepada kondisi masing-masing peternak. Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh BPPT pada tahun 1993, pemeliharaan ayam kampung secara intensif memberikan keuntungan terbesar bagi peternak, namun apabila dilihat dari perbandingan keuntungan dan biaya usaha maka sistem pemeliharaan semi intensif menunjukkan angka tertinggi.

Langkah Selanjutnya
Setelah produksi berjalan maka sekarang kita dihadapkan pada dua pilihan dalam memasarkan telur tersebut yaitu pertama apakah kita langsung menjual telur kita begitu saja atau kedua telur itu kita tetaskan sendiri kemudian kita menjual dalam bentuk DOC ? beberapa pertimbangan berikut mungkin bisa membantu anda keluar dari masalah ini :

  1. Menjual dalam bentuk telur tidak ada resiko, artinya berapapun telur yang dihasilkan asal bentuk normal akan berubah menjadi uang dan tidak perlu menunggu dalam waktu yang lama
  2. Menjual dalam bentuk DOC memang nilai jualnya jauh lebih tinggi bahkan bisa jadi 3 kali lipat dari harga telur akan tetapi resiko dari gagal menetas, kualitas DOC, dan pemasaran DOC perlu untuk mendapat perhatian terlebih waktu yang diperlukan yaitu sekitar 3 minggu

Analisa Usaha Pemeliharaan Induk Ayam Kampung
Beberapa asumsi :

  1. Indukan yang dipelihara terdiri dari 100 ekor induk betina dengan 13 induk pejantan
  2. Biaya pembuatan kandang diabaikan karena bahan kandang cukup tersedia dan murah
  3. Tenaga kerja juga di abaikan karena sifat usaha ini adalah sampingan bukan usaha pokok

Biaya/modal usaha:

  1. Harga indukan betina Rp 35.000/ekor dan induk pejantan Rp 50.000/ekor, sehingga diperlukan modal untuk induk yaitu : Rp 35.000 x 100 ekor = Rp 3.500.000 dan induk jantan Rp 50.000 x 13 ekor = Rp 650.000. Total Rp 4.150.000
  2. Biaya pakan Rp 300/ekor/hari sehingga Rp 300 x 113 ekor x 365 hari = Rp 12.373.500
  3. Vaksinasi dan obat-obatan Rp 200/ekor sehingga total untuk semua Rp 200 x 113 ekor = Rp 22.600
  4. Tenaga kerja dan biaya pembuatan kandang diabaikan
  5. Total modal usaha Rp 16.546.100

Pendapatan usaha :

  1. Harga telur Rp 1.200/butir dan jumlah produksi telur 120 butir/ekor/tahun sehingga dalam satu tahun didapatkan hasil dari penjualan telur Rp 1.200 x 100 ekor x 120 butir = Rp 14.400.000
  2. Harga ayam babon Rp 40.000/ekor dan jago Rp 75.000/ekor sehingga didapatkan hasil dari penjualan indukan betina Rp 40.000 x 100 ekor = Rp 4.000.000 dan indukan jantan Rp 75.000 x 13 ekor = Rp 975.000 total menjadi = Rp 4.975.000
  3. Penjualan kotoran diperkirakan dalam satu tahun Rp 100.000
  4. Total pendapatan usaha Rp 19.475.000

Laba Usaha :
Di dapatkan dari pendapatan usaha dikurangi biaya usaha = Rp 19.475.000 – Rp 16.676.100 = Rp 2.928.900/tahun

Analisa Kelayakan Usaha
Return Cost Ratio (R/C)

Total penerimaan              Rp 19.475.000
R/C =  ———————– = ——————— = 1,177
Total biaya                    Rp 16.546.100

Dengan nilai R/C 1,17 berarti usaha ini dinilai layak untuk diusahakan. Setiap penambahan biaya Rp 1,- akan memperoleh penerimaan Rp 1,18,-

Pendapatan akan masih bisa bertambah apabila kita bisa menekan biaya pakan dan efisiensi pejantan dengan Inseminasi Buatan (IB). Semoga bermanfaat *(SPt).

Berikut Video Tips Cara Beternak Ayam Kampung

http://kumpulanvideousaha.blogspot.com/2010/08/video-usaha-bisnis-ternak-ayam-kampung.html

Semoga Bermanfaat !

sumber : www.sentralternak.com

tag:

ternak ayam kampung,beternak ayam kampung,usaha ternak ayam,cara beternak ayam kampung,berternak ayam kampung,usaha ternak ayam kampung,budidaya ayam kampung,usaha ternak,ternak ayam,Bisnis ternak ayam,ayam kampung,peternakan ayam kampung,ayam buras,peluang usaha peternakan,ternak ayam buras,usaha peternakan ayam,cara ternak ayam kampung,budidaya ayam buras,ternak ayam bangkok,bisnis ayam kampung,cara budidaya ayam kampung,beternak ayam buras,memelihara ayam kampung,telur tetas,Tips ternak ayam kampung,peternak ayam kampung,Usaha peternakan ayam kampung,cara berternak ayam,budi daya ayam kampung,ternakayam kampung,usaha telur ayam kampung,analisa budidaya ayam kampung,bisnis memelihara ayam kampung,peternakan ayam potong,peternakan ayam buras,peluang usaha ternak,modal usaha ternak ayam kampung,peternakan ayam,gambar peternakan ayam kampung,video ternak ayam,peluang usaha ayam kampung,bisnis peternakan ayam,cara ternak ayam bangkok,cara berternak ayam kampung,ternak telur ayam kampung,usaha ayam kampung,bisnis kampung,usaha ayam sayur,usaha ayam telur,bisnis ternak ayam kampung

12 Responses to “Peluang Usaha Ternak Ayam Kampung Penghasil Telur Tetas”

  1. Great!Thanks!

  2. Terimakasih infonya, semoga memberikan manfaat kpd banyak orang, amin

  3. menurut saya kalo telurnya untuk konsumsi/tidak ditetaskan,keberadaaan jantan bisa diabaikan.dengan demikian bisa menghemat pengeluaran dipakan dan pengadaan jantan.tp kl telurnya untuk ditetaskan keberadaan jantan mutlak diperlukan.

  4. Menurut saya usaha ini bisa jg utk usaha pokok

  5. aslammualaikum,wr,wb
    saya mau tanya bagaimana cara membedakan ayam betina&jantan,di saat masih berbentuk telur…

  6. Dangir Sutopo on June 20th, 2010 at 2:44 pm

    Kalau sisa hasil usaha hanya sebesar 2.9 juta/tahun atau rata2 250 ribu/bulan…menurut saya tidak sesuai dengan tenaga dan resiko yang dikeluarkan…dan usaha ini sangat tidak dianjurkan…

  7. Very useful informations about these subject. I have found them with googling and you seems number one of these subjects ! . . .

  8. I feel you are too good to write Genius!Thanks for posting, maybe we can see more on this.

  9. I think that to get the business loans from creditors you must have a firm motivation. But, one time I have received a secured loan, just because I wanted to buy a bike.

  10. Need professional course works but do not know where to buy coursework? Utilize paramount coursework writing services! That’s not very hard to notice some online.

  11. http://wikimapia.org/#lat=-7.5921272&lon=110.9789622&z=19&l=0&m=b

  12. Thanks for that awesome posting. It saved MUCH time :-)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes

Switch to our mobile site